Taman Budaya Embung Giwangan (TBEG)
Taman Budaya Embung Giwangan adalah bagian dari inisiatif pemerintah Kota Yogyakarta dalam mewujudkan ruang terbuka hijau yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menjadi wadah ekspresi seni dan budaya lokal.
Wisata Embung Giwangan, pengunjung dapat menikmati keindahan embung (danau buatan), taman tematik, area pertunjukan seni, hingga fasilitas kreatif yang terbuka untuk umum.
Taman Budaya Embung Giwangan (TBEG) merupakan area yang dikembangkan dengan konsep pelestarian seni, budaya, tradisi, dan konservasi lingkungan.
Seluruh kawasan TBEG dikembangkan secara bertahap dan diharapkan dapat menjadi sebuah pusat pengembangan dan pelestarian seni budaya yang lengkap dan memadai.
Desain Taman Budaya Embung Giwangan dirancang dengan ciri khas indische klasik dan menjadi warna baru pada kawasan cagar budaya di Kota Yogyakarta.
Taman Budaya Embung Giwangan telah diresmikan pada 23 Mei 2025 oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Auditorium Grha Budaya.
Keberadaan Taman Budaya Embung Giwangan diharapkan menjadi salah satu ungkitan pembangunan di wilayah Kota Yogyakarta sisi Selatan.

Taman Budaya Embung Giwangan (TBEG) terdiri dari elemen-elemen arsitektur yang disusun dengan desain Indisch klasik dan ruang terbuka modern.
Lokasi kompleks berada di kawasan yang berdekatan dengan Keraton Kotagede, Keraton Jogja, Pura Pakualaman, dan Kawasan Kotabaru, dengan ketinggian bangunan yang disesuaikan agar tidak melebihi batas bangunan cagar budaya di sekitarnya.




